Show Mobile Navigation

Recent Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Admin

Followers

Postingan Populer

About

Sabtu, 27 April 2013

ALAT INDRA PADA MANUSIA

Unknown - 17.33

Manusia mempunyai lima macam indra,yaitu indra penglihatan,indra pendengaran,indra pembau,indra pengecap,dan indra peraba. Indra merupakan ”jendela” bagi tubuh untuk mengenal dunia luar sekitar kita.
Alat indera adalah organ yang peka terhadap rangsangan tertentu. Manusia memiliki lima alat indra, yaitu:
1. Mata sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor)
2. Telinga sebagai penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya indera keseimbangan (statoreseptor)
3. Hidung sebagai penerima rangsang bau berupa gas (kemoreseptor)
4. Lidah sebagai penerima rangsang zat yang terlatut (kemoreseptor)
5. Kulit sebagai penerima rangsang sentuhan (tangoreseptor)



A. Indra Penglihatan (Mata)

Indra penglihatan manusia berupa mata. Mata berfungsi untuk menerima rangsangan berupa cahaya, karena didalamnya terdapat reseptor penerima cahaya yang disebut fotoreseptor.
Dinding bola mata terdiri dari tiga lapis, yaitu:

a. Sklera
Sklera adalah lapisan terluar, keras dan berwarna putih (putih mata). Bagian depan lapisan ini menonjol dan disebut kornea.

b. Koroidea
Koroidea merupakan lapisan kedua, mengandung banyak pembuluh darah. Bagian depan lapisan ini sedikit terbuka dan disebut dengan pupil. Sel-sel koroidea disekitar pupil mengandung warna yang disebut iris.
Lensa mata terletak dibelakang pupil, berfungsi membentuk bayangan benda. Lensa mata berbentuk cembung dan lentur.

c. Retina
Retina atau selaput jala berfungsi sebagai penangkap bayangan benda. Retina mengandung reseptor yang peka terhadap cahaya, yaitu:
a. Sel batang (basilus) berfungsi pada cahaya suram dan tidak mengenal warna
b. Sel kerucut (konus) berfungsi pada cahaya terang dan mengenal warna

1. Bagian-Bagian Pokok Pada Mata

a) Kornea, depan mata yang menonjol,dan tembus cahaya (transparan). Kornea berfungsi membantu memfokuskan bayangan benda pada retina.

b) Pupil, terletak teoat dibelakang kornea bagian tengah.Pupil berfungsi mengatur masuknya cahaya pada mata. Disekitar pupil terdapat daerah yang mengandung pigmen dinamakan iris.

c) Lensa mata, terletak dibagian belakang pupil yang berbentuk cembung atau cekung. Lensa didukung oleh otot disebut muskulus siliaris (otot daging melingkar). Apabila otot ini mengalami kontraksi akan terjadi perubahan ukuran lensa.Perubahan ukuran lensa ini disebut daya akomodasi mata.

d) Retina, lapisan mata yang terdalam,sangat kompleks,dan lunak. Pada bagian dalam retina terdapat beberapa lapisan sel yaitu reseptor, ganglia,dan serabut saraf. Pada retina juga ada satu titik atau bintik yang tidak mempunyai sel-sel batang maupun konus disebut bintik buta.

2.Pelindung Mata

Mata terletak didalam rongga mata yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak. Selain itu mata juga dilindungi oleh bagian-bagian berikut ini :

a) Kelopak mata, berupa kulit tipis yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau sentuhan benda.

b) Bulu mata, untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu menyilaukan.

c) Alis, untuk melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan

d) Air mata yang dihasilkan oleh kelenjar mata, untuk menjaga kelembapan mata, dan membersihkan mata daridebu, dan bakteri.

3.Proses Melihat Benda

Suatu benda dapat dilihat oleh mata,bila benda tersebut memantulkan cahaya. Cahaya yang dipantulkan oleh benda masukn ke mata melalui kornea dan diteruskan ke lensa melalui pupil. Oleh lensa, cahaya tersebut dibiaskan dan difokuskan ke retina sehingga membentuk bayangan kecil dan terbalik pada retina. Tetapi oleh otak bayangan tersebut diartikan seperti gambar yang kita lihat.

4.Gangguan pada Mata

a) Miopi adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di depan retina. Miopi juga disebut rabun jauh.Untuk membantu penderita miopi,sebaiknya memakai kacamata berlensa cekung (negative)

b) Hipermiopi adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata terlau pipih sehingga bayangan jatuh dibelakang retina. Hipermiopi juga disebut rabun dekat. Untuk membantu penderita hipermiopi,dipakai kacamata lensa cembung (positive).

c) Persbiopi adalah cacat mata yang disebabakan lensa mata terlalu pipih dan daya akomodasi mata nsudah lemah sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan yanmg berada dekat dengan mata. Gangguan mata seperti ini itu perlu dibantudengan kacamata berlensa rangkap.

d) Astigmatisma adalah cacat mata yang disebabkan kecembungan kornea tidak rata sehingga sinar sejajar yang datang tidak dapat difokuskan ke satu titik. Untuk membantu penderita astigmatisma dipakai kacamata silinder.

e) Rabun senja adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berada tempat remang-remang, dan di malam hari.

f) Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Penyakit ini bersifat menurun.

g) Katarak adalah gangguan mata yang disebabkan lensa mata keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina.

h) Juling adalah kelainan mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata.



B. Indra Pendengaran dan Alat Keseimbangan (Telinga)

Indra pedengaran manusia yaitu telinga. Telinga merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk mendengar suara atau bunyi. Suara yang dapat kita dengar adakah sura-suara yang memiliki frekuensi antara 20Hz – 200Hz.

1.Bagian-Bagian Pada Telinga

Telinga manusia terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

a) Telinga luar, terdiri atas daun telinga, saluran telinga luar, gendang telinga (membrane timfani)

1) Daun telinga, berfungsi untuk menampung atau mengumpulkan gelombang bunyi.
2) Liang telinga, berfungsi untuk menyalurkan gelombang bunyi ke selaput gendang telinga. Disepanjang dinding liang telinga terdapat rambut halus, kelenjar keringat, yang berfungsi menghalalngi debu, dan air yang masuk.
3) Selaput gendang telinga (membran timfani), yang membatasi telinga luar, dan telinga tengah. Berfungsi untuk menangkap getaran.

b) Telinga bagian tengah, terletak di sebelah dalam membrane timfani. Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius, dan tiga tulang pendengaran.

1) Saluran Eustachius, berfungsi untuk mengurangi tekanan udara di telinga tengah sehingga udara di luar dan di dalam akan sama.
2) Tulang pendengaran, berfungsi untuk mengantarkan,dan memperbesar getaran ke telinga bagian dalam. Tulang pendengran ada tiga, yaitu tulang landasan (inkus), tulang martil (malleus), dan tulang sanggurdi (stapes).

c) Telinga bagian dalam, berfungsi untuk mengntarkan,dan memperbesar getaran ke pusat pendengaran oleh urat saraf. Berikut penyusun telinga dalam.

1) Tingkap jorong, berfungsi menerima,dan menyampaikan getaran.
2) Rumah siput (koklea), berfungsi menerima,memperbesar,dan menyampaikan getaran suara ke saraf pendengaran.
3) Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semisirkularis), berfungsi sebagai alat untuk mengetahui posisi tubuh, dan menjaga keseimbangan.

2.Proses Mendengar

Suara yang kita dengar akan ditangkap oleh daun telinga,kemudian sampai ke gendang telinga bergetar sampai ke gendang telinga sehingga membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini akan diteruskan oleh tiga tulang pendengran ke tingkap jorong, dan diteruskan ke rumah siput. Di dalam rumah siput, cairan limfa akan bergetar sehingga merangsangkan ujung-ujung saraf pendengran, dan menimbulkan implus saraf yang ditujukan ke otak. Di dalam otak, implus tersebut akan diolah sehingga kita bisa mendengar, dan mengenali suara tersebut.

3. Alat Keseimbangan

Fungsi keseimbangan ini terdapat pada telinga dalam yang dilaksanakan oleh tiga saluran setengah lingkaran, utrikus, dan sakulus. Tiga organ tersebut maka telinga bagian dalam dapat mendeteksi :

a) Posisi tubuh yang brhubungan dengan gravitasi (keseimbangan statis) yang dilakukan okeh utrikulus,dan sakulus.
b) Gerakan tubuh (keseimbangan dinamis) yang dilakukan oleh tiga saluran setengah lingkaran.

4. Gangguan Pada Telinga

a) Gangguan telinga disebabkan oleh luka pada telinga bagian luar yang terinfeksi atau otitis sehingga mengeluarkan nanah.

b) Penumukan kotoran sehingga menghalangi getaran suara untuk sampai ke gendang telinga.

c) Kerusakan  gendang telinga,misal gendang teling pecah. Disebabkan oleh dua hal, yaitu kapasitas suara yang didengar terlalu kuat,dan terkena suatu benda yang tajam.

d) Otosklerosis, adalah kelainan pada tukang sanggurdi yang ditandai dengan gejala tinitus(dering pada telinga) ketika masa kecil.

e) Presbikus, adalah perusakan pada sel saraf telinga yang terjadi pada usia manula.

f) Rusaknya reseptor pendengran pada telinga bagian dalam akibat dari mengdengarkan suara yang amat keras.



C. Indra Pembau (Hidung)

Indra pembau pada manusia adalah hidung. Hidung adakah alat indra yang menanggapi rangsangan berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat sertabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus(siliaoifaktor).

1.Proses Membau

Kita dapat membau suatu zat karena yang berupa uap tersebut masuk kerongga hidung sewktu kita menarik nafas. Zat tersebut akan dilarutkan pada selaput lendir,dan merangsangkan sel-sel reseptor,kemudian dibawa oleh saraf pembau ke otak sehingga kita dapat mengetahui bau tersebut.

2.Gangguan Pada Hidung

Gangguan pada hidung biasa disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau. Gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung, dan bulu hidung yang terlalu banyak. Kita harus selalu membersihkan hidung dari kotoran,dan merapikan bulu-bulunya supaya penciuman kita tidak terganggu.


D. Indra Pengecap (Lidah)

Indra pengecap pada manusia berupa lidah. Lidah adalah alat indra yang peka terhadap rangsangan berupa zat kimia larutan. Kita dapat merasakan rasa, karena pada lidah terdapat reseptor yang dapat menerima rangsangan. Reseptor itu adalah papila pengecap atau kuncup pengecap.
Manusia hanya mampu mengecap empat macam citra rasa, yaitu rasa asam, asin, manis, dan pahit. Kuncup pengecap pada lidah untuk masing-masing rasa tersebut terletak di daerah yang berbeda. Untuk cita rasa manis berada di bagian ujung lidah, sedangkan depan lidah untuk rasa asin. Kuncup pengecap rasa masam ada di sisi lidah. Adapun, kuncup pengecap untuk cita rasa rasa pahit berada di bagian belakang lidah. Inilah sebabnya apabila kamu makan makanan yang mempunyai rasa manis, dan pahit sekaligus, maka yang terasa lebih awal adalah rasa manis barulah kemudian rasa pahit.
Gangguan pada lidah bisa disebabkan oleh makan atau minum sesuatu yang bersuhu terlalu tinggi, dan terlalu rendah sehingga lidah mati rasa. Gangguan ini hanya bersifat sementara. Gangguan yang bersifat permanen musalnya terjadi pada orang yang mengalami trauma pada bagian tertentu otak. Pada lidah juga sering terjadi iritasi karena luka atau kekurangan vitamin C .



E. Indra Peraba (Kulit)

Indra peraba pada manusia adalah kulit. Kulit selain sebagai alat ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai alat indra perasa atau peraba. Di kulit terdapat beberapa organ pengindran khusus disebut reseptor. Reseptor merupakan percabangan akhir dendrit dari neuron sensorik. Beberapa reseptor tersusun atas beberapa  dendrit, dan ada yang mempunyai sel khusus. Tiap reseptor hanya cocok untuk jenis rangsang tertentu saja. Jika reseptor dirangsang, terjadi implus sepanjang dendrit yang diteruskan ke sistem saraf pusat. Ada lima macam reseptor pada kulit,yaitu reseptor yang khusus untuk menggapi rangsang yang berupa sentuhan, tekanan, sakit, panas, atau dingin.

1.Reseptor Pada Kulit

a) Korpus meissner, yang terletak di permukaan kulit. Berfung untuk menerima rangsang sentuhan/rabaan. Reseptor ini tersebar tidak merata di permukaan kulit. Ujung jari memiliki paling banyak reseptor peraba.

b) Korpus pacini, yang berfungsi menerima rangsang tekanan. Letaknya di bawah lapisan dermis.

c) Korpus ruffini, berfungsi untuk menerima rangsang panas. Letaknya di lapisan dermis.

d) Korpus Krause, berfungsi untuk menerima rangsang dingin. Letaknya di lapisan dermis.

e) Ujung saraf tanpa selaput, yang peka terhadap rasa sakit/nyeri. Letaknya di lapisan epidermis. Saraf ini sangat penting untuk keselamat tubuh. Jika terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan, saraf ini cepat bereaksi, antara lain dengan ada gerak refleks.

0 komentar:

Posting Komentar